Loading...

Minggu, 15 Juli 2007

HUBUNGAN KONTRASEPSI PIL KB

HUBUNGAN KONTRASEPSI PIL KB
DENGAN KEGEMUKAN WANITA

OLEH:
N U R C A Y A
PO.7131005030

BAB I
PENDAHULUAN

A. Latar Belakang
Pertumbuhan penduduk di Indonesia cukup tinggi yaitu 1,6% pertahun. Keadaan ini merupakan salah satu masalah kependudukan Indonesia dan memerlukan kebijakan kependudukan yaitu dengan menurunkan tingkat pertumbuhan serendah-rendahnya. Cara efektif untuk menurunkan angka pertumbuhan penduduk dengan jalan mengikuti program Keluarga Berencana (KB). Untuk menjarangkan kelahiran dan mengatur kelahiran. Program Keluarga Berencana (KB) merupakan cara pencegahan kehamilan.
Keluarga Berencana (KB) merupakan salah satu pelayanan kesehatan preventif yang paling dasar dan utama bagi wanita meskipun tidak selalu diakui demikian. Untuk optimasi KB pelayanan tersebut harus disediakan bagi wanita dengan cara menggabungkan dan memenuhi kebutuhan pelayanan kesehatan reproduksi wanita. Peningkatan dan perluasan pelayanan Keluarga Berencana (KB) merupakan salah satu usaha untuk menurunkan angka kesakitan dan angka kematian ibu yang sedemikian tinggi akibat kehamilan yang dialami wanita. (Poliklinik RSCM)
Banyak alat kontrasepsi yang dikenal dikalangan masyarakat, tapi sampai sekarang cara kontrasepsi yang ideal belum ada. Kontrasepsi yang ideal harus memenuhi syarat-syarat sebagai berikut:
1. Dapat dipercaya
2. Tidak menimbulkan efek yang mengganggu kesehatan.
3. Daya kerja dapat diatur menurut kebutuhan.
4. Tidak menimbulkan gangguan sewaktu melakukan koitus.
5. Tidak memerlukan motipasi secara terus menerus
6. Mudah pelaksanaannya
7. Murah harganya sehingga dapat dijangkau seluruh lapisan masyarakat.
8. Dapat diterima penggunaannya oleh pasangan yang bersangkutan.
(Media Aesculaplus, 2001)

Berbagai macam alat kontrasepsi di Indonesia, salah satunya adalah kontrasepsi pil KB merupakan alat kontrasepsi yang sudah dipakai hampir 30 tahun.
Permasalahan kontrasepsi saat ini tergantung pada besarnya pengaruh terhadap gangguan siklus menstruasi. Ketidak seimbangan 50% derajat hambatan gangguan pil KB yang hanya mengandung progesterone dan estrogen yang berhubungan erat dengan efek yang terjadi pada ovarium yang dibuat secara sintetis, sehingga reaksinya terhadap tubuh wanitapun juga bermacam-macam. Cara yang terbaik untuk meningkatkan penerimaan metode kontrasepsi khususnya yang mengganggu efek samping penggunaan pil KB (alat kontrasepsi) ada yang menguntungkan dan ada yang merugikan.Tinjauan tata laksana efek samping kontrasepsi ini untuk menjadi bahan dibidang kontrasepsi dengan kegemukan wanita. (Poliklinik RSCM, 2000)

B. Rumusan Masalah
Berdasarkan urutan dalam latar belakang masalah tersebut diatas pertanyaan penelitian sebagai berikut:
Apakah ada hubungan alat kontrasepsi pil KB dengan kegemukan wanita?
C. Tujuan Penelitian
1. Tujuan Umum
Untuk mengetahui pengaruh alat kontrasepsi pil KB dengan kegemukan wanita.
2. Tujuan Khusus
a. Untuk mengetahui gambaran pengetahuan tentang alat-alat kontrasepsi.
b. Untuk mengetahui efek samping dari pemakaian alat kontrasepsi.

D. Manfaat Penelitian
a. Sebagai penelitian secara alamiah tentang hubungan kontrasepsi pil KB dengan kegemukan wanita.
b. Sebagai masukan bagi Dinas Kesehatan untuk menerapkan kebijakan Keluarga Berencana.
c. Hasil penelitian ini bisa menjadi informasi tentang hubungan alat kontrasepsi pil KB dengan kegemukan wanita.

E. Keterbatasan Penelitian
Penelitian ini dilakukan untuk mencari hubungan antara beberapa variabel seperti pengaruh alat kontrasepsi pil KB dengan kegemukan wanita, tetapi ada variabel lain yang mempengaruhi kontrasepsi pil KB (pendarahan, payudara menjadi lebih lembek atau lebih besar, terbentuknya bercak-bercak kecoklatan di wajah dagu atau leher, pusing-pusing, tekanan darah tinggi). Semua ini dikarenakan karena keterbatasan waktu dan tenaga, variabel-variabel yang mempengaruhi kontrasepsi pil KB tidak dapat dijelaskan atau dimasukkan ke dalam penelitian.
BAB II
TINJAUAN PUSTAKA

A. Pengertian
Keluarga Berencana (KB)
- Keluarga Berencana (KB) adalah daya upaya manusia untuk mengatur secara sengaja kehamilan dalam keluarga, secara tidak melawan hukum dan moral Pancasila demi untuk kesejahteraan keluarga. (Entjang, 1993)
- Keluarga Berencana (KB) adalah upaya yang dilakukan oleh suami istri secara sadar dan sukarela tanpa adanya paksaan dengan jalan menggunakan cara tertentu, bersangkutan selaku upaya untuk memperlambat atau mempercepat kehamilan, sesuai dengan kondisi kesehatan, sosial dan ekonomi suami istri yang bersangkutan dalam rangka pertanggungjawaban terhadap anak-anaknya dan dirinya sendiri dengan tujuan memperoleh kemaslahatan keluarga. (Yati, 1982)
Kontrasepsi berasal dari kata kontra dan sepsi. Kontra berarti mencegah atau melawan, sedangkan konsepsi berarti pertemuan antara sel telur dan sperma yang dapat mengakibatkan kehamilan.
- Jadi maksud kontrasepsi adalah menghindari atau mencegah terjadinya konsepsi pertemuan sel telur dengan sel jantan (sperma) didalam kandungan/rahim. (Konisius, 2000)
- Kontrasepsi adalah usaha-usaha untuk mencegah terjadinya kehamilan. Usaha itu dapat bersifat sementara, dapat juga bersifat permanent, yang bersifat permanent dinamakan pada wanita tubektomi dan pada pria vasektomi. (Sarwono, 1999)

B. Efektifitas Daya Guna Kontrasepsi
Untuk menilai efektifitas suatu cara kontrasepsi Raimond Pearl, 1930 membuat sebuah rumus. Rumus tersebut adalah sebagai berikut:
Efektifitas (daya guna) suatu cara kontrasepsi dapat dinilai pada 2 tingkat yakni:
a. Daya guna teoritis (theoretical effectiveness) yaitu kemampuan suatu cara kontrasepsi untuk mengurangi terjadinya kehamilan yang tidak diingini, apabila cara tersebut digunakan terus menerus dan sesuai dengan petunjuk yang diberikan.
b. Daya guna pemakaian (use effectiveness)
Yaitu kemampuan suatu cara kontrasepsi dalam keadaan sehari-hari dimana pemakainya dipengaruhi oleh faktor-faktor seperti pemakai tidak hati-hati, kurang taat pada peraturan dan sebagainya.

C. Jenis-Jenis Kontrasepsi Dalam Program Keluarga Berencana
Menurut Arif (2001) alat-alat kontrasepsi Keluarga Berencana (KB) adalah sebagai berikut:
a) Pil
Pil adalah tabel yang mengandung hormone estrogen dan progesterone sintetik disebut pil kombinasi sedangkan yang mengandung progesterone sintetik saja disebut mini pil progestin, biasa pil mini disingkat pop atau progesterone only pil.
b) Suntikan
Suntikan adalah hormone yang diberikan secara suntik/injeksi untuk mencegah terjadinya kehamilan.
c) Implant
Implan adalah salah satu alat kontrasepsi yang susuknya terbuat dari karet elastis yang berisi hormone, dipasang pada lengan atas melalui tindakan operasi kecil.
d) Kondom
Kondom adalah selaput karet/latex yang dipasang pada penis selama berhubungan seksual sehingga mencegah sperma bertemu dengan sel telur.
e) Intra Uterine Devuces (IUD)
Intra Uterine Devuces (IUD) adalah alat kontrasepsi yang kecil dalam flame plastic yang fleksibel terbuat dari lilitan tembaga Intra Uterine Devuces (IUD) ditempatkan dalam uterus dimasukkan melalui vagina. Hampir semua IUD memiliki satu atau dua untai ikatan dari benang yang diikat padanya.

D. Pemilihan Jenis Kontrasepsi Berdasarkan Tujuan Penggunaan Kontrasepsi
Menunda kehamilan, pasangan dengan istri berusia dibawah 20 tahun dianjurkan menunda kehamilannya.
- Ciri-ciri kontrasepsi yang diperlukan:
a. Reversibilitas yang tinggi karena akseptor belum mempunyai anak.
b. Efektivitas yang relative tinggi, penting karena dapat menyebabkan kehamilan resiko tinggi.
- Kontrasepsi yang sesuai: pil, alat kontrasepsi dalam rahim (AKDR) mini, cara sederaha.
- Alasan:
· Usia dibawah 20 tahun adalah usia dimana sebaiknya tidak mempunyai anak dulu.
· Prioritas penggunaan kontrasepsi pil oral karena peserta masih muda.
· Penggunaan kondom kurang menguntungkan karena pasangan muda masih sering berhubungan (frekuensi tinggi) sehingga akan mempunyai angka kegagalan yang tinggi.
· Penggunaan AKDR mini bagi yang belum mempunyai anak dapat dianjurkan, terutama pada akseptor dengan kontraindikasi terhadap pil oral.
Menjarangkan kehamilan (mengatur kesuburan) masa saat isteri berusia 20-30 tahun adalah yang paling baik untuk melahirkan dua anak dengan jarak kelahiran 3-4 tahun.
· Ciri-ciri kontrasepsi yang diperlukan.
a) Reversibilitas cukup tinggi.
b) Effektivitas cukup tinggi karena akseptor masih mengharapkan mempunyai anak.
c) Dapat dipakai 3-4 tahun.
d) Tidak menghambat produksi air susu ibu (ASI)
· Kontrasepsi yang sesuai: AKDR, pil, suntik.
· Alasan:
- Usia 20-30 tahun merupakan usia terbaik untuk mengandung dan melahirkan.
- Segera setelah anak lahir, dianjurkan untuk menggunakan AKDR sebagai pilihan utama.
- Kegagalan yang menyebabkan kehamilan cukup tinggi namun tidak/kurang berbahaya karena akseptor berada pada usia yang baik untuk mengandung dan melahirkan.
Mengakhiri kesuburan (tidak ingin hamil lagi) saat usia istri diatas 30 tahun, dianjurkan untuk mengakhiri kesuburan setelah mempunyai 2 anak.
· Ciri-ciri kontrasepsi yang diperlukan:
a) Efektifitas sangat tinggi karena kegagalan dapat menyebabkan kehamilan dengan resiko tinggi bagi ibu dan anak.
b) Reversibilitas rendah.
c) Dapat dipakai untuk jangka panjang.
d) Tidak menambah kelainan yang sudah ada.
· Kontrasepsi yang sesuai: kontrasepsi mantap (tubektomi/vasektomi), susuk KB, AKDR, suntikan, pil dan cara sederhana.
· Alasan:
a) Ibu dengan usia diatas 30 tahun dianjurkan tidak hamil lagi atau tidak punya anak lagi karena alasan medis.
b) Pilihan utama adalah kontrasepsi mantap.
c) Pada kondisi darurat, kontap cocok dipakai dan relative lebih baik dibandingkan dengan susuk KB atau AKDR.
d) Pil kurang dianjurkan karena usia ibu relative tua dan mempunyai kemungkinan timbulnya efek samping dan komplikasi.
(Arif, 2001)

E. Jenis-Jenis Pil KB
Pil KB secara umum terdiri dari dua jenis. Jenis pertama pil KB kombinasi antara hormone progesterone dan estrogen. Jenis kedua ialah pil mini yang hanya mengandung hormone progesterone saja. (Riono, 2000)

1. Cara Kerja Pil KB
Pil KB bekerja dengan tiga cara:
a. Dengan mencegah ovulasi dimana hormone dalam pil KB memberi sinyal ke hipotalamus untuk menekan sekresi hormone pemicu FSH sehingga kelenjar pituitaripun menekan produksi hormone FSH. Hormon FSH menyebabkan pemasakan folikel-folikel di indung telur, akibatnya, sekresi hormone FSH tidak berada dalam kadar yang cukup sehingga folikel tidak dapat tumbuh dan berkembang (masak), dan ovulasi pun tidak terjadi. Karena ovulasi tidak terjadi, maka dapat dipastikan kehamilanpun tidak terjadi. Pil KB yang bekerja demikian adalah pil KB kombinasi. (Riono, 2000)
b. Dengan mengubah sel-sel yang melapisi dinding rahim, sehingga sel telur yang telah dibuahi tidak dapat melakukan nidasi karena lingkungan di dalam rahim menjadi tidak sesuai bagi sang tunas kehidupan tersebut untuk tumbuh dan berkembang. Pil KB yang bekerja dengan cara tersebut biasanya pil KB yang mengandung progesterone. (Riono, 2000)
c. Dengan mempertebal / memperkental produksi cairan mucus pada dinding vagina dan membuat servik lebih tebal dan lebih lengket. Tujuannya supaya sel-sel sperma yang telah diejakulasikan tidak mampu menembus halangan mucus sehingga sel-sel sperma mati dalam perjalanannya untuk membuahi sel telur. Pil KB yang bekerja dengan cara ini adalah pil KB yang mengandung hormone progesterone. (Riono, 2000)

2. Efek Samping Pil KB
Semua obat mempunyai efek samping. Tujuan utama pemberian pil KB adalah mencegah kehamilan. Tetapi disamping mencegah kehamilan, pil KB ini mempunyai efek yang sama yang sama sekali tidak ada hubungannya dengan pencegahan kehamilan. Keadaan inilah yang disebut dengan efek samping. Jadi yang dimaksud dengan efek samping adalah efek yang didapat bersamaan dengan penggunaan suatu obat tetapi efek tersebut sama sekali tidak berhubungan dengan tujuan pengobatan itu sendiri. (Riono, 2000)
Reaksi tubuh wanita terhadap hormone yang berasal dari ovarium sangat beragam. Pil KB mengandung hormon-hormon ovarium yang dibuat secara sintetis, sehingga reaksinya terhadap tubu wanita pun juga bermacam-macam. Namun seringkali wanita yang menggunakan pil KB tubuh mereka bertambah gemuk. Itu karena kadar estrogen dan progesterone yang terkandung dalam pil KB. Maka, efek samping pil dapat dibagi menjadi dua kategori, yang menguntungkan dan yang merugikan. (Poliklinik RSCM, 2000)
Efek samping yang menguntungkan dari pil KB diantaranya adalah:
· Mentruasi ringan (sedikit darah yang keluar) dengan periode yang lebih pendek.
· Menghilangkan rasa sakit menjelang mentruasi.
· Menghilangkan gejala PMS (premenstrual syndrome)
· Mencegah peradangan saluran pelvis.
· Mengurangi resiko kista pada ovarium.
· Mengurangi resiko kanker ovarium dan kanker endometrium sampai 50%.
· Mengurangi tumbuhnya jerawat.

Efek samping yang merugikan:
· Bertambahnya berat badan karena progesterone kiranya disebabkan oleh bertambahnya nafsu makan dan efek metabolic hormone.
· Gangguan menstruasi.
· Pendarahan diantara masa menstruasi biasanya terjadi pada saat permulaan menggunakan pil KB. Keadaan ini biasanya akan berhenti dengan sendirinya ketika menginjak pada bulan ke-3 atau ke-4.
· Payudara menjadi lebih lembek atau membesar. Keadaan ini juga biasa terjadi hingga pada saat permulaan penggunaan pil KB, tetapi jika keadaan ini dirasakan mengganggu pergilah ke dokter. Mungkin dokter akan membantu jenis pil KB yang digunakan.
· Terbentuknya kloasma atau bercak-bercak kecoklatan di wajah, dagu atau leher. Keadaan ini juga terjadi pada waktu kehamilan. Penggunaan krim pelindung sinar matahari akan membantu mencegah pembentukan kloasma.

F. Konsep Prilaku
Prilaku merupakan suatu tindakan yang bisa diamati, misalnya menempel sesuatu pada timbangan, secara teknis, kategori perilaku ini merupakan penggabungan daripadas sejumlah tindakan tertentu, misalnya menimbang berat badan bayi, adalah melalui sejumlah tindakan seperti: meletakkan bayi dalam tempat timbangan, kemudian menyesuaikan pada skala pengukuran berat, lalu menghitung berat kilogram pada skala tersebut dan seterusnya. (Mc. Kee: 2000)
Faktor-faktor yang mempengaruhi tingkah laku adalah 2, yaitu:
Sikap seseorang
Yakni penilaian seseorang terhadap baik atau buruknya prilaku sehingga dilakukan atau tidak, yakni dengan pertimbangan hasilnya akan baik (sikap yang menguntungkan), atau hasil yang tidak baik (sikap yang merugikan)
Norma/tekanan sosial
Yakni suatu kepercayaan/keyakinan bermasyarakat demi kepentingan bersama, seperti yang dipegah dan dianut dalam keluarga, teman dan sahabat dekat. Segala prilaku yang dilakukan tentunya dengan komitmen bersama dalam hidup bermasyarakat.



G. Aspek-Aspek Yang Berhubungan Dengan Pemakaian Alat Kontrasepsi Pil KB
1. Pengetahuan
Pengetahuan merupakan pemahaman secara internal berdasarkan pada fakta-fakta ilmiah, pengalaman atau kepercayaan tradisional. Pengalaman menunjukkan bahwa pengetahuan itu penting tetapi tidak cukup untuk mengubah suatu tindakan karena ada faktor lain yang mempengaruhi seperti persepsi, motifikasi, keterampilan/keahlian dan lingkungan sosial. (Mc Kee. 2000)
Pengetahuan didapat dengan menggunakan motifasi-motifasi yang benar dari informasi yang ada. Inovasi yang komplek membutuhkan cara-cara memperoleh pengetahuan yang lebih. Jika jumlah pengetahuan cukup dan tidak dikembangkan guna memperoleh suatu perubahan (inovasi).

2. Sikap
Sikap dapat diartikan sebagai kesiapan pada seseorang pada seseorang untuk bertindak secara tertentu terhadap hal-hal tertentu dan sikap dapat bersifat positif maupun negatif. Apabila bersifat positif, maka cenderung akan melakukan tindakan mendekati, menyenangi, dan mengharapkan objek tertentu. Sebaliknya bila bersikap negatif maka cenderung akan melakukan tindakan menjauhi, menghindari, membenci dan tidak menyukai objek tertentu.
Sikap juga dapat diartikan sebagai kemampuan internal yang berperan sekali dalam mengambil tindakan lebih bila terbuka kemungkinan pilihan yang ada. Sebaliknya apabila seseorang mempunyai sikap yang tidak mantap, akan ragu-ragu dan bingung dalam menentukan pilihan atau melakukan sesuatu, diharapkan seseorang yang mempunyai pengetahuan dan informasi yang cukup tentang sesuatu yang disikapi akan mempu menentukan sikap secara tegas tanpa ragu-ragu.

3. Dukungan Suami
Dukungan yang dapat diberikan suami antara lain memilih kontrasepsi yang cocok, yaitu kontrasepsi yang sesuai dengan keinginan dan kondisi isteriny membantu pasangannya dalam menggunakan kontrasepsi secara benar, seperti mengingat istri kontrol, membantu mencari pertolongan bila terjadi efek samping maupun komplikasi, mengantarkan ke fasilitas pelayanan untuk kontrol atau rujukan, mencari alternative lain bila kontrasepsi yang digunakan saat itu terbukti tidak memuaskan, serta menggantikan pemakaian kontrasepsi bila keadaan kesehatan isterinya tidak memungkinkan. (BKKBN, 2001)

BAB III
KERANGKA PENELITIAN

A. Kerangka Teori
Kontrasepsi pil KB (variabel independent) yang berhubungan dengan kegemukan wanita (variabel dependent). Dalam hubungan ini bertambahnya nafsu makan adalah (variabel perancu) karena bertambahnya nafsu makan berhubungan terhadap kegemukan dan bertambahnya nafsu makan juga berhubungan dengan pil kontrasepsi.

B. Hipotesa
v Hipotesa 1 arah:
Pemakaian pil KB dapat mengakibatkan kegemukan wanita.
v Hipotesa 2 arah:
Ada hubungan kontrasepsi pil KB dengan kegemukan wanita.
DAFTAR PUSTAKA

Kapita Selekta Penatalaksanaan Rutin Obtetri Ginekologi dan KB, Prof. Dr. Ida Bagus Gde Manuaba, SPOG, (1999)
Reproduksi, Kontrasepsi dan Keluarga Berencana, oleh: Riono Notodihardjo, penerbit: Kanisius, (2000)
Kapita Selekta Kedokteran, oleh: Arif Mansjoer, penerbit: Media Aesculapius, Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia, (2001)
Ilmu Kandungan, oleh: Prof. Dr. Hanifa Wiknjosastro, DSOG, Yayasan Bina Pustaka Sarwono Prawiro Hardjo. Jakarta, (1999)

Tidak ada komentar: