Loading...

Minggu, 15 Juli 2007

GAMBARAN PENGETAHUAN BIDAN TENTANG KMS

GAMBARAN PENGETAHUAN BIDAN TENTANG KMS
IBU HAMIL DALAM PEMANTAUAN KESEHATAN IBU
DIWILAYAH KERJA PUSKESMAS RUNDENG
KECAMATAN JOHAN PAHLAWAN ACEH BARAT
TAHUN 2007

OLEH:
YEYEN MARLIANAH
PO.7131005042

BAB I
PENDAHULUAN

A. Latar Belakang Masalah
Tujuan pembangunan kesehatan menuju Indonesia sehat 2010 adalah meningkatkan kesadaran, kemauan dan kemampuan hidup sehat bagi setiap orang agar terwujud derajat kesehatan masyarakat yang optimal melalui terciptanya masyarakat bangsa dan negara yang ditandai oleh penduduknya hidup dalam lingkungan dan prilaku yang sehat, memiliki kemampuan untuk menjangkau pelayanan kesehatan yang bermutu secara adil dan merata serta memiliki derajat kesehatan yang optimal diseluruh wilayah Republik Indonesia, derajat kesehatan masyarakat dapat diukur dengan beberapa Indikator yaitu angka kesakitan dan angka kematian ibu dan bayi (Depkes. R.I, 1999).
Angka kematian metarinal, neonatal dan perihal ditemukan cukup tinggi pada hampir semua negar-negara berkembang. Angka kematian ibu tahun 1992 di Indonesia 334 perseratus ribu kelahiran hidup atau 3-6 kali lebih besar dibandingkan AKI di negara ASEAN, seperti Malaysia, Singapura, Filipina dan Thailand. Sebanyak 17ribu ibu melahirkan meninggal setiap tahun. Sehingga AKI di Indonesia tertinggi di negara ASEAN (Kopas, 2003) dari data dinas kesehatan propinsi Nanggro Aceh Darussalam angka kematian tahun 2002, 1064 perseratus ribu kelahiran hidup (Profil kesehatan Profinsi NAD, 2002).
Dalam mencari cara-cara untuk menurunkan angka mortalitas dan morbiditas marternal, neonatal, perinatal yang tinggi, beberapa cara yang mudah dengan tekhnologi dan pendekatan yang tepat telah diperkenalkan dalam pelayanan kesehatan ibu dan anak dalam dua dekade terakhir ini. Kartu menuju sehat ibu hamil adalah salah satu contoh teknologi sederhana ini (WHO 1996).
Kartu menuju sehat ibu hamil adalah suatu bentuk kartu yang disimpan oleh ibu sendiri sebagai alat yang dapat memantau perkembangan ibu selama kehamilan dan juga digunakan sebagai penyuluhan. Pemantau keadaan kesehatan dan gizi ibu hamil serta alat komunikasi antara pemberi pelayanan antenatal. KMS juga memberikan informasi mendalam yang mudah didapatkan tentang kesehatan seorang wanita sebelum kehamilan pertama, selama kehamilan, persalinan, masa nifas dan masa antara kehamilan berikutnya sertra status keluarga berencana (Dep.Kes RI, 1996).
KMS ibu hamil dapat dimanfaatkan oleh alat untuk memantau kesehatan, gizi, pertumbuhan janin, berat badan (BB), tekanan darah (TD), denyut jantung janin (DJJ), hemoglobin (HB), pemberian tablet fe, pemberian TT, letak janin, dan dapat membantu dalam mendeteksi pre-eklamsi, anemia, dan resiko tinggi lainnya (Depkes R.I, 1999).
Namun kenyataannya masih manyak fasilitas di Banda Aceh baik tingkat primer ataupun tingkat rujukan yang belum menggunakan dan memanfaatkan KMS ibu hamil sebagai alat bantu kesehatan.
Berdasarkan data yang diperoleh dari Puskesmas Meuraxa kecamatan meuraxa mulai bulan januari 2002 sampai dengan bulan desember 2003 dari 785 ibu hamil yang menggunakan KMS ibu hamil yaitu 693 orag sedangkan yang tidak menggunakan KMS 92 orang. Dalam penggunaan KMS ibu hamil dapat dipromosikan baik melalui metode tradisioanal dan media masa. KMS ibu hamil tidak akan berhasil tanpa penerimaan dan keterlibatan masyarakat yang tidak terlepas dari peran petugas kesehatan.
Peran petugas saagat berpengaruh dalam pemanfaatan KMS ibu hamil terutama para bidan dalam memberikan pelayanan antenatal. Pada umumnya masyarakat menganggap bahwa bidan sebagai tenaga yang terlatih dan terdidik yang mempunyai kemampuan dan pengetahuan dalan bidang kesehatan menduduki posisi terpandang dan dihormati, mereka merupakan tempat bertanya baik bagi wanita maupun pria dan diharapkan mampu memberi nasehat mengenai kehamilan, keluarga berencana, seksualitas manusia dan berbagasi hai yang tidak ada hubungannya dengan lingkup tugasnya, karena kedudukannya yang terhormat dan pengetahuaannya tentang masyarakat dilingkungannya inilah, seorang bidan dapat memberikan pengaruh yang positif dan kuat terhadap kehipan wanita, sehigga ia dapat melewati masa kehamilannya dengan baik dan menghasilkan bai yang sehat (Depkes. RI, 1996).
Sehingga para bidan mampu menditeksi faktor resiko melalui KMS ibu hamil, walaupan resiko tidak selalu dapat dihindari, tetapi bahaya yang berkaitan dengan resisko biasanya dapat dikurangi.Untuk mengurangi atau menghilangkan sutu resiko para bidan harus dapa mengenali resiko tersebut, memutuskan tindakan yang harus dilakukan, mengambil tindakan dan kemudian mengevaluasinya (Widyastuti, 2001).
Namun untuk dapat melaksanakan hal ini bukanlah mudah karena banyak faktor yang mempengaruhi dalam pemanfaatan KMS ibu hamil diantaranya yaitu pelayanan KIA yang kurang tersedia atau tidak memadai dan sulit terjangkau, masih rendahnya kualitas dan kemampuan tenaga kesehatan, sarana transportasi dan komunikasi, perilaku, sikap masyarakat, keadaan sosial ekonomi masyarakat, tingkat pendidikan, kurangnya pemahaman para ibu dan keluarga mengenai kebutuhan pelayanan kesehatan selam hamil, bersalin dan masa nifas (Dep. Kes. RI, 1999).

B. Rumusan Masalah
Berdasarkan latar belakang tersebut maka rumusan masalah penelitian ini adalah bagaimana pengetahuan Bidan tentang KMS ibu hamil dalam pemantauan kesehatan ibu selama hamil.

C. Tujuan Penelitian
Tujuan penelitian
Tujuan umum penelitian ini adalah untuk memperoleh gambaran pengetahuan Bidan tentang KMS ibu hamil.
Tujuan khusus
a. Untuk mengetahui gambaran pengetahuan bidan terhadap pengertian KMS ibu hamil.
b. Untuk mengetahui gambaran pengetahuan bidan terhadap bagian-bagian dari KMS ibu hamil.
c. Untuk mengetahui gambaran pengetahuan bidan terhadap manfaat KMS ibu hamil.
d. Untuk mengetahui gambaran pengetahuan bidan terhadap faktor risiko yang dapat dipantau melalui KMS ibu hamil.

D. Manfaat Penelitian
1. Bagi peneliti dapat menambah pengalaman dalam melaksanakan penelitian sederhana dan meningkatkan wawasan tentang KMS ibu hamil.
2. Bagi masyarakat yang meningkatkan derajat kesehatan masyarakat terutama bagi ibu hamil, agar dapat menjalani kehamilan yang sehat dan persalinan berlangsung secara normal.
3. Bagi tenaga bidan untuk dapat meningkatkan kualitas bidan dalam pemantauan kesehatan ibu hamil melalui KMS.
4. Bagi Puskesmas agar dapat meningkatkan pelayanan dan fasilitas yang bermutu khususnya pada ibu hamil.
5. Sebagai sumber data bagi penelitian berikutnya.

E. Ruang Lingkup
Penelitian ini dilakukan untuk melihat tingkat pengetahuan bidan tentang KMS ibu hamil dalam pemantauan kesehatan ibu di wilayah kerja Puskesmas Rundeng, kecamatan Rundeng Aceh Barat..



BAB II
TINJAUAN PUSTAKA

A. Tinjauan Pustaka
1. Pengertian KMS
Kartu menuju sehat ibu hamil adalah sebagai alat penyuluhan ibu hami dan alat komunikasi antar pemberi pelayanan antenatal. KMS membantu dalam mendeteksi Pre-eklamsi, anemia dan resiko tinggi kehamilan lainnya (Depkes.RI,1999).
Kartu menuju sehat ibu hamil adalah suatu bentuk kartu yang disimpan oleh ibu sendiri yang memeberikan informasi mendalam yang mudah didapatkan tentang kesehatan seorang wanita sebelum kehamilan pertama, selam kehamilan, persalinan, masa nifas dan masa antara kehamilan berikutnya serta status keluarga berencana (Depkes RI, 1996).

2. Bagian-bagian dari KMS ibu hamil
KMS ibu hamil terdiri atas:
a. Identitas ibu dan kotak untuk memberikan tanda dengan huruf “R” bagi ibu beresiko tinggi (dibagian kanan atas halaman muka).
b. Pemantauan kehamilan (Depkes.RI.1999).
1) Pertumbuhan janin dengan gravidograf.
Gravidograf adalah: untuk memantau pertumbuhan janin melalui pengukuran tinggi fundus uteri menurut umur kehamilan. Grafik fundus uteri yang berada di kedua grafik menunjukkan pertumbuhan janin yang normal. Bila gravik fundus uteri berada dibawah garis gravik bawah, kemungkinan pertumbihan janin terganggu. Bila garis grafik fundus uteri berada diatas grafik sebelah atas, kemungkinan janin terjadi hydramnion atau kehamilan kembar.
2) Pertumbuhan berat badan yang tidak cukup (misalnya kenaikan berta badan sampai kehamilan 28 minggu kurang dari 5 kg) maka ada kemungkinan pertumbuhan janin terganggu.
3) Pemantauan janin dengan memeriksa denyut jantung janin (DJJ) dan letak janin. Bila DJJ lambat atau sangat cepat dan lemah, maka kemungkinan terjadi gawat janin.
4) Pemantauan HB dilakukan terus menerus untuk ibu yang mempunyai HB kurang 11%.
5) Penyulit kehamilan ditemukan pada setiap kunjungan ditulis untuk mendapatkan perhatian khusus dan tindakan yang memadai.
6) Pemberian tablet Fe dan imunisasi TT dicatat, sehingga datpat dilihat apakah pemberian Fe cukup dan apakah pemberian TT sudah lengka.
c. Kurva KMS ibu hamil
Kurva dalam KMS ibu hamil digambarkan menurut tinggi badan (TB), berat bandan (BB) dan usia kehamilan. (WHO,1996) penggunaan kurva pada KMS dilakukan dengan cara:
1) Tebalkan garis kurva yang sesuai dengan tinggi badan ibu.
2) Bubuhkanlah titik berat badan (BB) pada perpotongan garis berat badan dan umur kehamilan.
3) Bila titik BB terletak diatas garis kurva tebal, maka ini berarti baik, bila titik BB terletak dibawah garis tebal, kurang baik. Dianjurkan ibu untuk lebih sering memeriksa kehamilannya.
4) Bubuhkan titik BB seperti AB.2 pada kunjungan berikutnya.
5) Hubungkanlah titik BB hasil penimbangan pada saat ini dengan titik BB sebelumnya. Kehamilan ini dianggap baik bila terdapat kenaikan dan berada diatas kurva tebal.
d. Cacatan bagi petugas kesehatan.
Catatan ini berfungsi sebagai alat komunikasi antar petugas kesehatan, yaitu dengan menuliskan tanggal pelayanan, tempat pelayanan, keluhan ibu, nasehat/ tindakan yang diberikan
e. Bahan penyuluhan untuk ibu.
Penyuluhan meliputi persiapan persalinan, tanda bahaya selama kehamilan dan perawatan ibu dan bayi setelah persalinan, gejala anemia, pre-eklamsi dan eklamsi, pendarahan dari jalan lahir, ketuban pecah dini dan infeksi merupakan tanda bahaya yang perlu diketahui ibu.

3. Manfaat KMS ibu hamil
KMS ibu hamil bermanfaat sebagai alat untuk memantau kesehatan ibu hamil, gizi, pertumbuhan ibu hamil, berat badan, tekanan darah, denyut jantung janin, hemoglobin (Hb). Pemberian tablet Fe, pemberian tetanus Toxoid (TT), letak janin sebagai cacatan bagi petugas kesehatan dan juga bermanfaat sebagai alat penyuluhan kesehatan ibu (Depkes RI,1998).
Karena bentuknya yang sederhana dan dapat disimpan dirumah, KMS memiliki beberapa keuntungan sebagai alat bantu seperti pemeliharaan kesehatan bagi ibu dan anggota keluarga, juga bagi tenaga pelayanan kesehatan (baik tingkat primer maupun rujukan) dan manajer kesehatan. Walaupun ibu dan anggota keluarga lainnya akan membutuhkan bantuan dari tenaga-tenaga kesehatan ataupun kelompok sukarelawan, khususnya jika mereka buta huruf, dalam memperoleh keuntungan maksimal KMS. (WHO.1996). manfaat KMS bagi masing-masing kelompok, yang telah diperlihatkan dalam evaluasi bersama WHO yaitu:
a. Manfaat KMS ibu hamil bagi wanita dan anggota keluarganya.
1) Mendorong kontinuitas pemeliharaan kesehatan selama masa kehamilan, persalinan, nifas dan masa antara kehamilan.
2) Mendorong deteksi resiko mandiri dan tindakan tepat pada waktunya.
3) Meningkatkan kewaspadaan terhadap masalah kesehatan dan tersedianya fasilitas pelayanan kesehatan.
4) Mengunjungi pusat-pusat rujukan tepat pada waktunya.
5) Mempunyai fungsi sebagai “passport” pada pusat-pusat kesehatan.
6) Meningkatkan kepercayaan terhadap tenaga pelayanan kesehatan primer dan pusat rujukan.
7) Meningkatkan partisipasi keluarga dan masyarakat dalam pemeliharaan kesehatan.
8) Menjadi suatu kartu pencatatan siap pakai dalam keluarga.
9) Meningkatkan peserta keluarga berencana, menyusui, imunisasi dan peningkatan status gizi.
10) Menghemat waktu dan biaya.
b. Manfaat KMS bagi dukun beranak dan tenaga kesehatan masyarakat.
1) Meningkatkan deteksi khasus resiko tinggi.
2) Menambah kredibilitas dan meningkatkan kepercayaan akan penyediaan pelayanan kesehatan.
3) Membantu membangun dan mempertahankan hubungan baik dengan wanita dan keluarganya.
4) Meningkatkan cakupan vaksinasi tetanus toksoid, deteksi, pengobatan dan profilaksis malaria didaerah endemik malaria.
5) Mempromosikan keluarga berencana dan menyusui.
6) Mempromosikan pemantauan pertumbuhan anak melalui hubungannya dengan KMS pertumbuhan anak.
7) Mencatat informasi terhadap wanita yang bermigrasi dan masalah spesifik setempat seperti goiter, defiensi vitamin A, kanker mulut rahim dan AIDS.
c. Manfaat KMS untuk perawat, bidan dan dokter.
1) Membantu rujukan yang tepat bagi wanita dengan resiko untuk tindakan mengurangi komplikasi dan kematian ibu dan bayinya.
2) Mencegah kepadatan dipusat-pusat rujukan wanita tidak bersiko ditangani secara masyarakat.
3) Memberi informasi tentang kehamilan sebelumnya, imunisasi dan keluarga berencana.
4) Memantau kemajuan dan akibat persalinan.
5) Memberi data kesehatan penting.
6) Membina hubungan baik dengan wanita.
7) Membantu memperkuat hubungan antara tenaga kesehatan.
8) Mengurangi kebutuhan untuk pemeliharaan dan penyimpanan KMS dipusat-pusat rujukan.
9) Membantu standarisasi pelayanan untuk wanita hamil.
d. Manfaat KMS untuk manajer program.
1) Membantu dalam pendekatan kasus dengan resiko yang disederhanakan dalam sistem pelayanan kesehatan persalinan.
2) Memperkuat sistem rujukan.
3) Meningkatkan cakupan kelompok rentan (ibu dan anak)
4) Membantu pencapaian target keluarga berencana, menyusui, imunisasi, pemeriksaan usapan leher rahim.
5) Membantu keterlibatan masyarakat dan sumber-sumber jayanya dalam pemeliharaan kesehatan.
6) Memberi data yang membantu memperkirakan kebutuhan sekarang dan nanti, termasuk kebutuhan logistik untuk klinik dan pusat kesehatan, dan menghimpun statistik kesehatan nasional.
7) Meningkatkan tanggung jawab tenaga pelayanan kesehatan masyarakat.
4. Faktor Resiko
Faktor resiko adalah keadaan pada ibu, baik berupa faktor biologis maupun nono biolaogis yang biasanya sudah dimiliki ibu sejak sebelum hamil dan dalam kehamilan mungkin memudahkan timbulnya gangguan lain(Depkes RI,1999).
Setiap wanita hamil mempunyai resiko untuk mendapatkan hal-hal yang merugikan jiwanya maupun janin yang dikandungnya, hanya saja mempunyai derajat resiko yang berfariasi. Resiko untuk mendapatkan hal-hal tersebut lebih banyak pada wanita hamil dengan faktor resiko dari pada yang tidak mempunyai faktor resiko. Dengan menggunakan KMS, tenaga kesehatan primer mendeteksi resiko merujuk wanita dengan resiko dan menyediakan penanganan efektif dalam mensyarakat. Beberapa faktor resiko pada kehamilan seperti:
a. Umur terlalu muda atau terlalu tua.
b. Primiparitas
c. Grand multiparitas.
d. Jarak antar kehamilan kurang dari dua tahun.
e. Tubuh pendek.
f. Berat badan tidak sesuai dengan tinggi.
g. Riwayat adanya penyulit pada kehamilan terdahulu.
h. Anemia.
i. Dan perokok sering dibicarakan sebagai faktor resiko universal.
Kartu menuju sehat ibu hamil dari WHO dirancang sedemikian rupa untuk memberi jalan sederhana untuk skrining adanya faktor resiko. Tujuan utamanya membeuat para tenaga pelayanan kesehatan, seperti dukun beranak dan tenaga kesehatan masyarakat. Menyadari bahwa beberapa faktor resiko tinggi segera dan pemeriksaan yang sesuai segera dilakukan untuk mencegah komplikasi lanjut. Dengan bantuan tenaga kesehatan dan kelompok sukarela ibu dan anggota keluarga dapat mempelajari sendiri penggunaan kartu menuju sehat ibu hamil untuk mendeteksi adanya faktor resiko. KMS ibu hamil ini juga menyediakan kesempatan yang bagus untuk penyelidikan kesehatan, untuk promosi pelayanan kesehatan mandiri dan untuk perencanaan dan penyeragaman pengukuran yang sesuai untuk mengendalikan masalah kesehatan mesyarakat (WHO.1996).

Pengetahuan
Pengetahuan merupakan wujud dari kenyataan(kebenaran) informasi dan prinsip-prinsip yang dimiliki seseorang, pengetahuan senantiasa memerlukan persetujuan dan tujuan tertentu terlebih dahulu sebelum diterima kelemahannya (Noto Admojo.S,1997).

Tingkat pengetahuan
Untuk mengukur tingkat pengetahuan seseorang secara terperinci terdiri dari enam tingkatan yaitu:
a. Tingkat tahu (know) yang biasa seseorang hanya mampu menjelaskan secara garis besar apa yang telah dipelajari.
b. Tingkat perbandingan menyeluruh(komprehension) yaitu bila seseorang berada pada tingkat pengetahuan dasar dan dapat menerangkan kembali secara mendasar ilmu pengetahuan yang telah dipelajari.
c. Tingkat penerapan(apheatton) yaitu bila tidak ada kemampuan untuk menggunakan apa yang telah dipelajari dari satu situasi kesituasi yang lain.
d. Tingkat analis, yaitu bila kemampuan lebih matang menyusun suatu bentuk pengetahuan dan menganalisa satu dengan yang lainnya.
e. Tingkat sintesis, yaitu bila sudah mampu untuk menyusun kembali dari bentuk semula maupun kebentuk yang lainnya.
f. Tingkat evaluasi yaitu merupakan tingkat pengetahuan yang tertinggi telah ada kemampuan tunk mengetahui secara menyeuruh semua bahan yang telah dipelajari.
Dari pengalaman dan penelitian terbukti bahwa prilaku seseorang atau masyarakat tentang kesehatan ditentukan oleh pengetahuan, sikap, kepercayaan dan sebagainya dari orang yang bersangkutan dan didukung atau dimungkinkan adanya fasilitas serta diperkuat dengan sikap dan prilaku petugas.

B. Kerangka Konsep
Notoadmojo.S, (1996) mengatakan bahwa yang mempengaruhi terbentuknya prilaku kesehatan mencakup; pengetahuan, kecerdasan persepsi, emosi, motivasi, sikap, sosial ekonomi dan budaya.
Dalam penelitian kerangka konsep yang digunakan adalah berdasrkan pendekatan menurut Cochekter.L Bernad yaitu input, proses dan output (Azwar.A,1996) yang menjadi input dalam penelitian ini adalah bidan yang bekerja diwilayah kerja puskesmas meuraxa. Yang menjadi proses adalah pengetahuan bidan tentang KMS ibu hamil yang meliputi; pengetahuan bidan tentang KMS ibu hamil, bagian-bagian KMS, manfaat dari KMS dan faktor resiko pada kehamilan. Serta yang menjadi out put adalah tingkatan pengetahuan bidan yaitu: baik, sedang dan kurang.
Untuk memperjelas berkut ini gambaran kerangka konsep yang akan diteliti dalam penelitian ini sebagai berikut:
BAB III
METODA PENELITIAN

A. Desain Penelitian
1. Jenis penelitian
Penelitian ini adalah penelitian Deskriptif eksploratif dengan memaparkan gambaran pengetahuan bidan terhadap KMS ibu hamil dalam pemantauan kesehatan lbu.
2. Lokasi penelitian
Penelitian ini dilaksanakan di wilayah keria Puskesmas Meuraxa Kecamatan Meuraxa Banda Aceh.
3. Waktu penelitian
Penelitian ini dilaksanakan pada tanggal 26 Januari sampai dengan 7 Februari 2004.

B. Variabel Penelitian
Objek penelitian yaitu bidan yang bekerja di wilayah kerja Puskesmas Meuraxa, hal yang akan diamati / diteliti merupakan uraian tentang :
1. Gambaran pengetahuan bidan terhadap pengertian KMS ibu hamil.
2. Gambaran pengetahuan bidan terhadap bagian-bagian dari KMS ibu hamil.
3. Gambaran pengetahuan bidan terhadap manfaat KMS ibu hamil
4. Gambaran pengetahuan bidan terhadap faktor risiko yang dapat dipantau melalui KMS ibu hamil.

C. Hubungan antar variabel
Penelitian ini hanya terdiri dari satu variabel saja yaitu UNIVARIAT.
D. Populasi dan sampel
1. Populasi
Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh bidan yang bekerja di wilayah kerja Puskesmas Rundeng.
2. Sampel
Sampel yang dipakai dalam penelitian ini adalah bidan yang berada di wilayah kerja Puskesmas Rundeng dengan Purposif Sampling yaitu pengambilan sampel yang dilakukan dengan pertimbangan peneliti sendiri (Arikunto, 1998) dengan kriteria sampel sebagai berikut:
a. Bidan yang, dapat diajak untuk bekerja sama
b. Bidan yang, hadir pada saat dilakukan penelitian.

E. Alat dan metoda pengumpulan data
1. Instrumen Penelitian
Instrumen yang digunakan dalam penelitian adalah Quisioner dalam bentuk pilihan ganda yang terdiri dari 20 item pertanyaan untuk pengertian terdapat 3 pertanyaan, untuk bagian-bagian dari KMS terdiri dari 4 pertanyaan, untuk manfaat 5 pertanyaan, dan untuk faktor risiko 8 pertanyaan

2. Pengumpulan data
Data yang dikumpulkan adalah data primer yaitu data yang diperoleh secara langsung dari responden dengan menggunakan quisioner. Sedangkan data sekunder diperoleh dari Puskesmas dan Instansi terkait lainnya.

F. Metode Pengolahan Data dan Analisa Data
1. Pengolahan data
Pengumpulan data dilakukan dengan metoda pilihan ganda dengan cara menyebarkan test uji, penelitian yang terdiri dari 20 item pertanyaan dengan teknik analisa data secara manual dengan menggunakan langkah­langkah sebagai berikut:
a. Editing : yaitu mengoreksi kesalahan-kesalahan dalam pengisian identitas dan jawaban dari pertanyaan yang diajukan dalam quisioner.
b. Coding: yaitu memberikan tanda atau kode atas jawaban yang benar dan yang salah dari pertanyaan yang diajukan dalam quisioner.
c. Transfering : menyusun total nilai yang diperoleh dari quisioner responden terhadap pengetahuan bidan tentang KMS ibu hamil dalam pemantauan kesehatan ibu.
d. Tabulating : mentabulasikan data dalam bentuk tabel distribusi frekwensi.

2. Analisa data
Distribusl normal digunakan menurut Arikunto (2000) untuk mengukur nilai rata-rata dan standar deviasi, dengan katagori sebagai berikut:
a. > dari 75% : Katagori baik/tinggi.
b. 60 – 75% : Katagori sedang/cukup.
c. < dari 60% : Katagori rendah/kurang.
BAB IV
PENUTUP

A. Kesimpulan
Gambaran pengetahuan Bidan tentang pengertian dari kartu menuju sehat Ibu hamil di wilayah kerja Puskesmas Rundeng berada pada kategori baik yaitu 19 responden (63,34%).
Gambaran pengetahuan bidan tentang bagian-bagian dari kartu menuju sehat Ibu hamil di wilayah kerja Puskesmas Rundeng berada pada kategori sedang yaitu 17 orang (56,67%).
Gambaran pengetahuan Bidan tentang manfaat dari kartu menuju sehat Ibu Hamil di wilayah kerja Puskesmas Rundeng berada pada kategori Baik yaitu 15 orang (50%).
Gambaran pengetahuan Bidan tentang faktor risiko yang dapat dipantau melalui kartu menuju sehat Ibu hamil di wilayah kerja puskesmas Rundeng ­berada pada kategori Baik yaitu 15 responden (50%).
Gambaran pengetahuan Bidan tentang kartu menuju sehat Ibu hamil dalam pemantauan kesehatan Ibu di wilayah kerja puskesmas Rundeng berada pada kategori Baik yaitu 16 responden (53,33%).

B. Saran
1. Bagi Responden
Bagi responden yang menggunakan kartu menuju sehat Ibu hamil dalam memantau kesehatan Ibu hendaknya dapat meningkatkan pengetahuan tentang kartu menuju sehat Ibu hamil dengan mengikuti pelatihan-pelatihan tentang penggunaan dan pemanfaatan kartu menuju sehat Ibu hamil, membaca buku-buku, majalah yang berhubungan dengan kartu menuju sehat ibu hamil sehingga responden dapat lebih mengetahui dan memahami tentang kartu menuju sehat Ibu hamil dengan baik dengan melakukan kegiatan posyandu untuk meningkatkan kesehatan ibu dan anak.

2. Bagi Tenaga Kesehatan
Diharapkan kepada tenaga kesehatan di wilayah kerja Puskesmas Rundeng kecamatan Rundeng khususnya bagi Bidan supaya dapat ditingkatkan lagi dalam memberikan pelayanan antenatal kepada Ibu hamil dengan memanfaatkan kartu menuju sehat Ibu hamil sebagai pedoman bagi Ibu baik yang berisiko tinggi maupun yang tidak berisiko. Khususnya bagi bidan yang mempunyai pengetahuan kurang terhadap KMS ibu hamil agar dapat mempelajari kembali KMS ibu hamil sehingga dalam memberikan pelayanan akan dapat mencapai tujuan yang maksimal.

3. Bagi Peneliti lain
Bagi peneliti lain yang berminat dapat mengadakan penelitian lebih lanjut tentang pemanfaatan kartu menuju sehat Ibu hamil dengan variabel yang berbeda dan penelitian yang lebih mendalam.

DAFTAR PUSTAKA

Arikunto S, 2000, Prosedur Pengolahan Data , Penerbit Rineka Cipta, Jakarta.
Azwar. A, 1996, Pengantar Administrasi Kesehatan, Edisi 3, Bina Rupa Aksara, Jakarta.
Dep. Kes. RI, 2002, Profit Kesehatan Nanggroe Aceh Darussalam, Banda Aceh.
_________1999, Penilaian Risiko Antenatal Dan Pengobatan, Modul 11, Edisi Keenam , Dep. Kes. RI, Jakarta
_________1999, Gerakan Pembagunan Berwawasan Kesehatan Sebagai Strategi Pembanguanan Nasional Untuk Mewujudkan Indonesia Sehat 2010, Dep. Kes. RI, Jakarta.
_________1999, Mengenal Masalah Kematian Ibu, Modul I, Edisi Keenam, Dep.Kes. RI, Jakarta
_________1998, Pemantauan Wilayah Setempat Kesehatan Ibu Dan Anak (PWS- KIA) dalam modul. Pendidikan dan Pelatihan Jarak Jauh Bidan, Dep. Kes, RI, Jakarta.
_________1996, Pedoman Pelayanan Antenatal di Tingkat Pelayanan Dasar, Edisi ke Delapan, Dep. Kes, RI, Jakarta.
Kompas, Cyber Media, 02 Mei 2003
Notoadmojo S, 1997, Ilmu Kesehatan Masyarakat dan Prinsip-Prinsip Dasar, Penerbit PT. Rineka Cipta, Jakarta.
_________, 1996, Ilmu Kesehatan Masyarakat, Penerbit PT. Rineka Cipta, Jakarta.
Widyastuti. P, 2001, Safe Motherhood, Modul Dasar Bidan Di Masyarakat, Penerbit ECG, Jakarta.
World Health Organization, 1996, Kartu Menuju Sehat Ibu Hamil, Penuntun Untuk Organization, Adaptasi dan Evaluasi, Alih Bahasa, Agnes Kartini, Editor Linda Chandranata, EGC, Jakarta